Sabtu, 16 Juli 2011
marah
kuhabiskan waktuku hanya sendiri
tak ada yang peduli
tak ada yang mau mengerti
apa guna sahabat?
bukankah sahabat harusnya ada saat kita butuh curhat?
apa guna saudara?
bukankah saudara harusnya ada saat kita dirundung lara?
tapi apa yang terjadi?
mereka pergi sendiri-sendiri
menyesal aku membanggakan mereka
menyesal aku menganggap mereka saudara
saudara macam apa?
orang-orang yang dulu berkata
'I'm your brother'
kini hanya menjadi sebuah bother
apakah itu namanya saudara?
apakah itu namanya kakak?
apakah itu namanya pemimpin?
saat dicari malah pergi
luka lama yang dulu hampir sembuh kini harus dirobek lagi
tertoreh oleh sikap sok mengikuti aturan dan arogansi
hukuman apa yang diberikan Tuhan?
apa aku harus selalu sendirian tanpa teman?
hanya bisa menjerit
hanya bisa merintih
sudahi saja ini semua
anggap aku tak pernah ada
toh ada ataupun tidak
aku tidak akan membawa dampak
antara ada dan tiada
ada aku tiada guna
tak ada aku pun tak ada yang curiga
selamat tinggal 'saudara'ku
anggap saja kita tak pernah bertemu
Jumat, 08 April 2011
27 3 2011
hari ini diakhiri dengan frustasi
hari ini kegilaanku semakin menjadi
hari ini terlalu banyak hal yang terjadi
pagi ini rasa kantuk menguasai
hampir tak ada kekuatan untuk berdiri
memaksakan diri untuk bangkit dan mandi
kedinginan di tengah air mengaliri
terburu-buru karena mobil sudah menanti
dompet tertinggal karena harus berlari-lari
di dalam mobil suasana buat tak enak hati
akhirnya kepalakuku rebah dikuasai nyeri
perjalanan yang tak mudah
perjalanan yang sama sekali tak indah
perjalanan dengan kepalaku rebah
menyandarkan diri menyelip di dalam celah
berhenti agak lama
rupanya masih ada yang tertinggal
dua orang keluar bersama
di mobil hanya tersisa tujuh orang
meneruskan perjalanan
sudah terlambat satu seperempat jam
sampai di gereja
aku mual-mual
masuki hadirat Tuhan
berdoa agar aku kembali sehat
Puji Tuhan permohonan terlaksana
memulai ibadah
menyembah dengan lagu baru untuk Surabaya
berharap dan beriman
Tuhan Yesus berkuasa atas Kota Tercinta
berdoa
persembahan
Ko Mil masuk panggung
bercerita tentang sebuah lagu
lagu mengalun
Somewhere I Belong tercetus
inti dari khotbah
generasi yang terhilang
ibadah selesai
pergi berkemas
keluar dari ruang
bertemu adik yang kusayangi
menggodanya sebentar
lalu ikut kerumunan dan menyebar
kembali ke rumah
ingin melepas lelah
sms menggangggu menggugah
iblis memakai tetangga sebelah
berusaha agar imanku terbelah
Puji Tuhan Yesus buatku tabah
sampai si iblis menyerah
tapi aku tahu
bahwa aku harus tetap maju
tak boleh gentar dan takut
setengah empat
jam wekerku melompat
aku segera teringat
ada janji dengan sahabat
segera aku bergegas
segera mandi dan menyiapkan tas
ternyata waktunya tidak pas
sang kekasih menelpon dengan beringas
aku ingin masalahnya tuntas
jadi aku mencetuskan gagas
selesaikan satu janji
menjemput sahabat yang agak tak tau diri
jauh-jauh kemari
ternyata dia belum mandi
mencari pengganjal perut
makan apapun aku menurut
ternyata gayung bersambut
ada penjual bakso yang sedang cemberut
kuhampiri dan kupesan bakso
rasanya lumayan jago
hanya kuahnya agak loyo
kembali
berangkat menuju kekasih hati
sampai
ditinggal pergi
hanya bisa menanti
lima belas menit
datang hujan gerimis
berteduh di teras
berharap kekasih bergegas
dia datang
membawa cemilan kacang
yang dinikmati tiga orang
rencana berganti
pergi ke tempat orang sakti
ternyata ia tak sudi
karena ia pun belum bisa mempelajari
pasrah
pulang dengan badan lelah
terpikir
mengapa tak mampir?
motor berbelok
menuju rumah koko
lama tak menengok
jam sembilan
kelaparan
beli makanan
tak buat kekenyangan
jam sepuluh
pulang
bebebelok
es krim siap dicaplok
tenang
walau harga seribu kali sepuluh
sampai rumah
ada yang masih belum terjamah
rasa kantuk dan lelah
aku ikut duduk di sebelah
menonton film dengan mental kalah
pinjam laptop
download tugas
tak bisa
frustasi
berteriak
naik ke kamar
frustasi
koneksi lambat tiada henti
ganti provider
berhasil
tertawa
tapi tak lama
menyadari ada yang salah
aku terpaku lemah
ya sudahlah
2:14 AM 3/28/2011
Tanya
entah apa yang semalam ada di otakku. setan mana yang berani merasukiku. sampai aku jadi segila itu.
aku tak tahu. apakah ini penyakit atau sekedar perasaanku. namun yang pasti, aku tak mau terus begitu.
aku beranikan diri menantang Tuhan. aku beranikan diri menantang kematian. aku nekat melompat ke dalam kenistaan.
aku marah. aku gundah. aku gelisah.
aku tak bisa diam. aku harus menghantam. aku tak sanggup mencari ilham.
pemikiranku buntu. tak ada yang bisa membantu. semua hati menjadi batu.
aah.. benar penyair itu berkata. penulis punya dua jiwa.
aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.
aku yang rapuh dan rentan. aku yang hendak meledak kesetanan. aku yang hampir mati dalam kepahitan.
aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingiin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.
setelah kau tahu semua jati diriku. setelah kau tahu semua sifatku. setelah kau tahu apa adanya diriku.
apakah kau akan mau menerimaku. apakah kau akan mau mengerti keadaanku. apakah kau akan mencintaiku.
atau malah sebaliknya. atau malah kau kecewa terhadapnya. atau malah kau takut dibuatnya.
dua jiwa ini merintih. dua jiwa ini menangis. dua jiwa ini merasakan pedih.
dua jiwa yang bersikap berbeda. satu jiwa berontak. yang lain hanya pasrah.
sakit. perih. iris.
terlalu banyak bicara. terlalu banyak kata. terlalu sayang semuanya percuma.
tak ada yang tahu. tak ada yang mau. semua berlalu.
selesai.
Tanya
aku tak tahu. apakah ini penyakit atau sekedar perasaanku. namun yang pasti, aku tak mau terus begitu.
aku beranikan diri menantang Tuhan. aku beranikan diri menantang kematian. aku nekat melompat ke dalam kenistaan.
aku marah. aku gundah. aku gelisah.
aku tak bisa diam. aku harus menghantam. aku tak sanggup mencari ilham.
pemikiranku buntu. tak ada yang bisa membantu. semua hati menjadi batu.
aah.. benar penyair itu berkata. penulis punya dua jiwa.
aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.
aku yang rapuh dan rentan. aku yang hendak meledak kesetanan. aku yang hampir mati dalam kepahitan.
aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingiin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.
setelah kau tahu semua jati diriku. setelah kau tahu semua sifatku. setelah kau tahu apa adanya diriku.
apakah kau akan mau menerimaku. apakah kau akan mau mengerti keadaanku. apakah kau akan mencintaiku.
atau malah sebaliknya. atau malah kau kecewa terhadapnya. atau malah kau takut dibuatnya.
dua jiwa ini merintih. dua jiwa ini menangis. dua jiwa ini merasakan pedih.
dua jiwa yang bersikap berbeda. satu jiwa berontak. yang lain hanya pasrah.
sakit. perih. iris.
terlalu banyak bicara. terlalu banyak kata. terlalu sayang semuanya percuma.
tak ada yang tahu. tak ada yang mau. semua berlalu.
selesai.
Rabu, 16 Februari 2011
heartbeat
saat kesalahan yang terjadi
hanya bisa berkata 'sorry'
keakraban yang mungkin berlebihan
kedekatan yang mungkin menyakitkan
buatku merenungkan
apakah aku harus menjaga jarak aman?
ketergantungan
adiksi
dependensi
kerinduan
sosok yang mampu memberi
contoh dan teladan sehari-hari
kini menjadi duri
yang akan sulit untuk pergi
apakah aku berlebihan?
mengharap kehadiran sesosok kakak
merindukan sesosok adik
yang tidak kudapati
berlebihankah?
terlalu sulitkah?
ataukah
aku memang ditakdirkan begini?
dilahirkan dalam keluarga yang tak mau peduli
bahkan 'teman' dan 'sahabat' pun menjauhi
lagi-lagi sendiri
sendiri dan hanya sendiri
selalu sendiri
kutukan kesendirian yang tak tertahankan
aku muak!
aku bosan!
ingin kuakhiri semua
tapi aku ragu
ke mana langkah yang kutuju
apakah ke sana, ataukah ke situ
lemah letih lesu
masa depan
apakah aku punyai itu?
tidak bisa mengharapkan
tidak bisa diharapkan
harapan hanya akan menjadi candu
yang tidak layak didapatkan oleh orang lemah
terlebih lagi bagiku
siapa aku?
sampai berani berharap muluk-muluk
harapanku hanyalah palsu
yang hanya akan hancur terhempas ke karang padas dan batu
siapa kau?
kau tidak layak dapatkan harapan itu!
di sini harapan tidak laku!
angan-angan hanya akan menjadi bau!
mimpi akan segera busuk!
inikah realita hidupku?
inikah takdirku?
inikah nasibku?
dihempaskan oleh mimpiku
mimpi yang semu.
ah..
melantur.
tapi lanturan dan lamunan adalah ekspresi
ekspresi dan ungkapan jiwa
jiwa yang hancur
merana..