saat khilaf kualami
saat kesalahan yang terjadi
hanya bisa berkata 'sorry'
keakraban yang mungkin berlebihan
kedekatan yang mungkin menyakitkan
buatku merenungkan
apakah aku harus menjaga jarak aman?
ketergantungan
adiksi
dependensi
kerinduan
sosok yang mampu memberi
contoh dan teladan sehari-hari
kini menjadi duri
yang akan sulit untuk pergi
apakah aku berlebihan?
mengharap kehadiran sesosok kakak
merindukan sesosok adik
yang tidak kudapati
berlebihankah?
terlalu sulitkah?
ataukah
aku memang ditakdirkan begini?
dilahirkan dalam keluarga yang tak mau peduli
bahkan 'teman' dan 'sahabat' pun menjauhi
lagi-lagi sendiri
sendiri dan hanya sendiri
selalu sendiri
kutukan kesendirian yang tak tertahankan
aku muak!
aku bosan!
ingin kuakhiri semua
tapi aku ragu
ke mana langkah yang kutuju
apakah ke sana, ataukah ke situ
lemah letih lesu
masa depan
apakah aku punyai itu?
tidak bisa mengharapkan
tidak bisa diharapkan
harapan hanya akan menjadi candu
yang tidak layak didapatkan oleh orang lemah
terlebih lagi bagiku
siapa aku?
sampai berani berharap muluk-muluk
harapanku hanyalah palsu
yang hanya akan hancur terhempas ke karang padas dan batu
siapa kau?
kau tidak layak dapatkan harapan itu!
di sini harapan tidak laku!
angan-angan hanya akan menjadi bau!
mimpi akan segera busuk!
inikah realita hidupku?
inikah takdirku?
inikah nasibku?
dihempaskan oleh mimpiku
mimpi yang semu.
ah..
melantur.
tapi lanturan dan lamunan adalah ekspresi
ekspresi dan ungkapan jiwa
jiwa yang hancur
merana..