Jumat, 08 April 2011

27 3 2011

hari ini diawali dengan sensasi
hari ini diakhiri dengan frustasi
hari ini kegilaanku semakin menjadi
hari ini terlalu banyak hal yang terjadi

pagi ini rasa kantuk menguasai
hampir tak ada kekuatan untuk berdiri
memaksakan diri untuk bangkit dan mandi
kedinginan di tengah air mengaliri
terburu-buru karena mobil sudah menanti
dompet tertinggal karena harus berlari-lari
di dalam mobil suasana buat tak enak hati
akhirnya kepalakuku rebah dikuasai nyeri

perjalanan yang tak mudah
perjalanan yang sama sekali tak indah
perjalanan dengan kepalaku rebah
menyandarkan diri menyelip di dalam celah

berhenti agak lama
rupanya masih ada yang tertinggal
dua orang keluar bersama
di mobil hanya tersisa tujuh orang

meneruskan perjalanan
sudah terlambat satu seperempat jam
sampai di gereja
aku mual-mual
masuki hadirat Tuhan
berdoa agar aku kembali sehat
Puji Tuhan permohonan terlaksana

memulai ibadah
menyembah dengan lagu baru untuk Surabaya
berharap dan beriman
Tuhan Yesus berkuasa atas Kota Tercinta
berdoa
persembahan

Ko Mil masuk panggung
bercerita tentang sebuah lagu
lagu mengalun
Somewhere I Belong tercetus
inti dari khotbah
generasi yang terhilang

ibadah selesai
pergi berkemas
keluar dari ruang
bertemu adik yang kusayangi
menggodanya sebentar
lalu ikut kerumunan dan menyebar

kembali ke rumah
ingin melepas lelah
sms menggangggu menggugah
iblis memakai tetangga sebelah
berusaha agar imanku terbelah
Puji Tuhan Yesus buatku tabah
sampai si iblis menyerah
tapi aku tahu
bahwa aku harus tetap maju
tak boleh gentar dan takut

setengah empat
jam wekerku melompat
aku segera teringat
ada janji dengan sahabat

segera aku bergegas
segera mandi dan menyiapkan tas
ternyata waktunya tidak pas
sang kekasih menelpon dengan beringas
aku ingin masalahnya tuntas
jadi aku mencetuskan gagas

selesaikan satu janji
menjemput sahabat yang agak tak tau diri
jauh-jauh kemari
ternyata dia belum mandi

mencari pengganjal perut
makan apapun aku menurut
ternyata gayung bersambut
ada penjual bakso yang sedang cemberut

kuhampiri dan kupesan bakso
rasanya lumayan jago
hanya kuahnya agak loyo

kembali
berangkat menuju kekasih hati
sampai
ditinggal pergi
hanya bisa menanti

lima belas menit
datang hujan gerimis
berteduh di teras
berharap kekasih bergegas

dia datang
membawa cemilan kacang
yang dinikmati tiga orang

rencana berganti
pergi ke tempat orang sakti
ternyata ia tak sudi
karena ia pun belum bisa mempelajari

pasrah
pulang dengan badan lelah
terpikir
mengapa tak mampir?

motor berbelok
menuju rumah koko
lama tak menengok

jam sembilan
kelaparan
beli makanan
tak buat kekenyangan

jam sepuluh
pulang
bebebelok
es krim siap dicaplok
tenang
walau harga seribu kali sepuluh

sampai rumah
ada yang masih belum terjamah
rasa kantuk dan lelah
aku ikut duduk di sebelah
menonton film dengan mental kalah

pinjam laptop
download tugas
tak bisa
frustasi
berteriak

naik ke kamar
frustasi
koneksi lambat tiada henti
ganti provider
berhasil
tertawa
tapi tak lama
menyadari ada yang salah
aku terpaku lemah

ya sudahlah
2:14 AM 3/28/2011

Tanya

entah apa yang semalam ada di otakku. setan mana yang berani merasukiku. sampai aku jadi segila itu.

aku tak tahu. apakah ini penyakit atau sekedar perasaanku. namun yang pasti, aku tak mau terus begitu.

aku beranikan diri menantang Tuhan. aku beranikan diri menantang kematian. aku nekat melompat ke dalam kenistaan.

aku marah. aku gundah. aku gelisah.

aku tak bisa diam. aku harus menghantam. aku tak sanggup mencari ilham.

pemikiranku buntu. tak ada yang bisa membantu. semua hati menjadi batu.

aah.. benar penyair itu berkata. penulis punya dua jiwa.

aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.

aku yang rapuh dan rentan. aku yang hendak meledak kesetanan. aku yang hampir mati dalam kepahitan.

aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingiin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.

setelah kau tahu semua jati diriku. setelah kau tahu semua sifatku. setelah kau tahu apa adanya diriku.

apakah kau akan mau menerimaku. apakah kau akan mau mengerti keadaanku. apakah kau akan mencintaiku.

atau malah sebaliknya. atau malah kau kecewa terhadapnya. atau malah kau takut dibuatnya.

dua jiwa ini merintih. dua jiwa ini menangis. dua jiwa ini merasakan pedih.

dua jiwa yang bersikap berbeda. satu jiwa berontak. yang lain hanya pasrah.

sakit. perih. iris.

terlalu banyak bicara. terlalu banyak kata. terlalu sayang semuanya percuma.

tak ada yang tahu. tak ada yang mau. semua berlalu.

selesai.

Tanya

entah apa yang semalam ada di otakku. setan mana yang berani merasukiku. sampai aku jadi segila itu.
aku tak tahu. apakah ini penyakit atau sekedar perasaanku. namun yang pasti, aku tak mau terus begitu.
aku beranikan diri menantang Tuhan. aku beranikan diri menantang kematian. aku nekat melompat ke dalam kenistaan.
aku marah. aku gundah. aku gelisah.
aku tak bisa diam. aku harus menghantam. aku tak sanggup mencari ilham.
pemikiranku buntu. tak ada yang bisa membantu. semua hati menjadi batu.
aah.. benar penyair itu berkata. penulis punya dua jiwa.
aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.
aku yang rapuh dan rentan. aku yang hendak meledak kesetanan. aku yang hampir mati dalam kepahitan.
aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingiin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.
setelah kau tahu semua jati diriku. setelah kau tahu semua sifatku. setelah kau tahu apa adanya diriku.
apakah kau akan mau menerimaku. apakah kau akan mau mengerti keadaanku. apakah kau akan mencintaiku.
atau malah sebaliknya. atau malah kau kecewa terhadapnya. atau malah kau takut dibuatnya.
dua jiwa ini merintih. dua jiwa ini menangis. dua jiwa ini merasakan pedih.
dua jiwa yang bersikap berbeda. satu jiwa berontak. yang lain hanya pasrah.
sakit. perih. iris.
terlalu banyak bicara. terlalu banyak kata. terlalu sayang semuanya percuma.
tak ada yang tahu. tak ada yang mau. semua berlalu.
selesai.