Jumat, 08 April 2011

Tanya

entah apa yang semalam ada di otakku. setan mana yang berani merasukiku. sampai aku jadi segila itu.

aku tak tahu. apakah ini penyakit atau sekedar perasaanku. namun yang pasti, aku tak mau terus begitu.

aku beranikan diri menantang Tuhan. aku beranikan diri menantang kematian. aku nekat melompat ke dalam kenistaan.

aku marah. aku gundah. aku gelisah.

aku tak bisa diam. aku harus menghantam. aku tak sanggup mencari ilham.

pemikiranku buntu. tak ada yang bisa membantu. semua hati menjadi batu.

aah.. benar penyair itu berkata. penulis punya dua jiwa.

aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.

aku yang rapuh dan rentan. aku yang hendak meledak kesetanan. aku yang hampir mati dalam kepahitan.

aku ingin tahu apa yang ada di otakmu. aku ingiin tahu apa isi kepalamu. aku ingin tahu apa warna hatimu.

setelah kau tahu semua jati diriku. setelah kau tahu semua sifatku. setelah kau tahu apa adanya diriku.

apakah kau akan mau menerimaku. apakah kau akan mau mengerti keadaanku. apakah kau akan mencintaiku.

atau malah sebaliknya. atau malah kau kecewa terhadapnya. atau malah kau takut dibuatnya.

dua jiwa ini merintih. dua jiwa ini menangis. dua jiwa ini merasakan pedih.

dua jiwa yang bersikap berbeda. satu jiwa berontak. yang lain hanya pasrah.

sakit. perih. iris.

terlalu banyak bicara. terlalu banyak kata. terlalu sayang semuanya percuma.

tak ada yang tahu. tak ada yang mau. semua berlalu.

selesai.